
Perpaduan inilah yang menjadi daya tarik All-New KIA Sorento di Diesel Mega Test Drive. Produsen asal Korea ini mencoba untuk memadukan kedahsyatan mesin 2.199 cc yang memiliki torsi 436 Nm dengan pengerak roda depan
Torsi sebesar itu telah diraih sejak putaran 1.800 rpm dan dipertahankan hingga 2.500 rpm. Hasil ini berkat penerapan teknologi Variable Geometric Turbo yang mampu menjaga tekanan udara yang masuk ke ruang bakar dalam kondisi konstan. Efeknya, turbo-lag yang menjadi 'musuh' mesin-mesin turbo dapat direduksi dengan optimal.
Tak hanya itu, penerapan intercooler menjadi pasokan udara dingin tetap memadai. Plus direct injection yang berdampak pada minimnya pengunaan Solar. Teknologi common-rail bertujuan agar akurasi waktu semprotan Solar untuk mencapai efisiensi terbaiknya diatur oleh sebuah komputer.
 |  |  |
| Interior mewah dengan kualitas audio yang baik | Cruise control sangat membantu saat | Menjamin udara dingin ke seluruh |
Tak heran bila KIA Sorento terasa asyik dikendarai saat dijalan menanjak dan berliku. Tak ada rasa kekurangan tenaga atau kalau boleh dibilang malah over power. Tenaga puncak yang mencapai 197 dk pada 3.800 rpm, kerap membuat roda penggerak spin saat pedal gas diinjak spontan.
Penerapan transmisi otomatis 6-speed, kian menyempurnakan teknologi yang diusung All-New KIA Sorento. Perbandingan gigi kian rapat membuat rentang putaran mesin saat pengetesan hanya berada di 1.500 – 2.000 rpm. Perpindahan gigi ini yang rendah ini terjadi saat tombol ECO mode ditekan. Tak heran bila ia mampu mencatat angka konsumsi BBM 11,1 km/l di On-Board Computer. Bila menggunakan metode full to full, 11,2 km/l.
 |  |  |
| Takometer hanya bermain 1.500 -2.000 | Takometer hanya bermain 1.500 -2.000 | Dilengkapi filter solar ganda agar sesuai |
Peredaman kabin pun cukup mumpuni. Suara mesin yang menyusup masuk tergolong minim. Saat idle tercatat hanya 46 db alias masih lebih rendah dari suara percakapan manusia yang berada di angka 50 db. Artinya, Anda dan penumpang dapat berbicara tanpa perlu menaikan volume suara.
Tapi keunggulan ini harus dibayar mahal saat All-New Sorento berakselerasi di jalan menanjak. Tanpa kehadiran fitur traction control membuat tim tester kesulitan untuk mendapatkan traksi saat start di jalan menanjak. Ditambah kondisi jalan basah sehabis hujan lebat.
Hasil maksimal untuk 0-40 km/jam diraih dalam 4,8 detik dengan kondisi ban spin berkali-kali. Memasuki kecepatan 35 km/jam, ban mulai memberikan traksi hingga waktu 8 detik dapat diraih untuk 0-60 km/jam.
 |  |
| Panoramic roof yang dapat dibuka sebagai daya tarik KIA Sorento | Gerak roda depan sangat sulit untuk mendapatkan |
Our Opinion
Over power cukup dirasakan All-New KIA Sorento bermesin diesel ini. Tenaga dan torsi besar dipadu dengan penggerak roda depan tanpa teknologi traction control membuat roda cukup mudah kehilangan traksi. Tak perlu usaha keras agar ban depan berdencit, cukup injak pedal gas secara spontan.
Dengan kata lain, pengemudi perlu kesigapan ekstra saat melaju di jalan basah dan menanjak. Penting untuk menjaga kecepatan aman agar terhindar dari kehilangan kendali kendaraan.

286/28-29(9-22Apl14)
0 komentar:
Posting Komentar