Diesel modern kini telah berubah jadi mesin yang canggih dan kompleks. Teknologi yang dimiliki membuat oli atau pelumas mesin punya tanggung jawab besar sebagai komponen lubrikasi.
Hal ini kian pelik karena pada diesel modern, canggihnya teknologi itu mensyaratkan pelumas yang sesuai dengan kebutuhan mesin. Jika salah pilih tak hanya performa yang menurun, komponen internal pun bukan tidak mungkin mengalami kerusakan.
Itu sebabnya Anda harus meluangkan waktu khusus untuk memilih oli untuk diesel modern.
Opsi alternatif
Bagi para car enthusiast, mengganti oli di luar genuine adalah hal biasa. Umumnya oli dengan spesifikasi lebih tinggi dengan tujuan mencapai performa lebih baik. Tak peduli jika harga lebih mahal dibanding standarnya.
Tak hanya itu, mengganti oli di luar genuine juga bisa terjadi karena terpaksa. Misalnya jika berada di daerah pelosok, distribusi oli genuine belum tentu luas, sehingga mencari oli aftermarket adalah keharusan.
Viskositas
Viskositas adalah tingkat kekentalan oli. Sesuaikan viskositas oli aftermarket yang Anda pilih dengan oli genuine. Misalnya sama-sama 15W-40.
Tapi tidak masalah jika Anda ingin mengganti dengan yang lebih encer dengan harapan positif terhadap performa mesin. "Selama tidak melompat jauh dari anjuran standarnya. Misal dari 15W-40 ke 10W-40," ucap Tjahja Tandjung dari gerai Toda. Ia juga menambahkan oli yang lebih encer tingkat penguapannya lebih tinggi sehingga harus lebih sering cek oli melalui dipstick.
Sertifikasi
Ini merupakan petunjuk kualitas yang dimiliki oli tersebut. Umumnya produk oli di dunia mengacu pada 2 lembaga pengetesan yang cukup popular dan telah diakui. API (American Petrolium Institute) dan ACEA (Association des Constructeurs Eurpeens d'Automobiles).
Tapi dari kedua lembaga itu, APIlah yang paling sering dipakai. API menggunakan 2 huruf sebagai penanda. Semakin tinggi huruf kedua misalnya CF, CG, CH akan semakin baik. Sementara huruf C di depan adalah tanda untuk mesin diesel (compression). Untuk beberapa oli, ada oli yang bisa digunakan untuk mesin bensin maupun mesin diesel.
Jenis
Sejatinya oli sintetis punya kemampuan lebih baik menahan oksidasi. Pun begitu dengan kemampuannya mengimbangi putaran mesin tinggi seperti yang ada di mesin-mesin diesel modern. Kekurangannya adalah di harga yang cenderung lebih mahal dibanding oli mineral atau semi sintetis.
Merek
Oli merek terkenal memang tidak menjamin lebih baik dari oli yang kurang popular, namun itu bisa dijadikan indikasi memilih oli. Pilihlah merek oli yang sudah bertahan lama. Lebih bagus lagi yang terbukti sepak terjangnya pada kompetisi motorsport dunia.

Patuh buku manual
Pabrikan telah melakukan riset panjang untuk menentukan spesifikasi oli. Begitu juga dengan penyesuaian pada lingkungan khas
mobil-mobil tersebut berada. Misalnya, meski mobilnya sama, tapi oli untuk Kanada yang mayoritas bersuhu rendah tentu beda dengan suhu tropis Indonesia yang umumnya tinggi.
Untuk itu mematuhi anjuran buku manual adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan. Oli genuine telah diperhitungkan semua spesifikasinya, baik viskositas, grade maupun jenis.
Selain itu, pada beberapa pabrikan, menggunakan oli genuine juga berhubungan dengan pemberlakukan garansi mobil. Jika memakai oli yang tidak dianjurkan, ada kemungkinan jika rusak tidak akan diganti.
286/64-65(9-22Apl14)
0 komentar:
Posting Komentar