Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 26 Juni 2014

RSS otomotifnet.com - Tips: Ingin Usia Power Steering Awet! Nih, Cara Perlakuannya

/ On : 03.31/ Thank you for visiting my small blog here. If you wanted to discuss or have the question around this article, please contact me by e-mail.
RSS otomotifnet.com - Tips
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
App Marketing Guide

Start Running App Marketing Campaigns That Increase Revenue & Engagement
From our sponsors
Ingin Usia Power Steering Awet! Nih, Cara Perlakuannya
Jun 25th 2014, 20:30, by admin@otomotifnet.com

All About Power Steering

Rabu, 25 Juni 2014 14:30 WIB

Penulis : oto- Toncil | Foto : dok.otomotif


Jakarta - Sudah dibantu agar gerakan tangan lebih enteng, hasilnya power steering juga butuh perlakuan khusus. Masa iya setelah dibantu, tapi tidak membantu balik.

Power steering model hidrolis ini mengandalkan fluida sebagai media perantaranya. Fluida ini tidak akan berkurang jika tidak ada kebocoran dalam sistem power steering.

Namun demikian tetap harus dirawat. Salah satu caranya dengan selalu memperhatikan jumlahnya. Jangan pernah kurang dari ketentuannya, sebab akan merusak komponen yang ada. 

"Lakukan penggantian secara berkala setiap 30 ribu kilometer," sebut Bambang Suroyo, Kepala Bengkel Suzuki Sunter, Jakut. Fluida ini perlu diganti karena seiring dengan pemakaian, maka akan terjadi penurunan kualitas.

Berbeda dibanding model hidrolis, pada model elektrik lebih bebas perawatan. "EPS tidak memerlukan perawatan berkala seperti yang dilakukan pada HPS (Hidrolik), dikarenakan tidak dibutuhkan oli sebagai pelumasannya," jelas Arvi lagi.

Meski demikian tetap harus waspada terlebih jika terdengar suara krek-krek dari bagian setir. Mungkin saja grease yang ada di rack steer sudah kering dan menimbulkan bunyi.

Model hidrolis bukannya tanpa keunggulan. Setidaknya model hidrolis dapat diperbaiki dengan mudah. Banyak bengkel ahli power steering sanggup melakukan. Misal hanya rusak seal bagian rack atau pinion bisa dibeli secara eceran. Biaya juga relatif lebih murah jika dibandingkan EPS rusak. Kalau EPS rusak harus ganti keseluruhan unit. Harganya minimal Rp 8 juta tergantung jenis dan merek kendaraannya.

"Tapi untuk Honda, karena motor EPS terdiri dari beberapa komponen. Sehingga bisa diperbaiki per bagian tergantung kerusakan," tutur Yulian Karfili, Assistant Manager Public Relation PT. Honda Prospect Motor (HPM).

Selain melakukan perawatan, ada perlakuan khusus juga terhadap power steering. Sebisa mungkin jangan memutar lingkar kemudi secara penuh. "Sebab di saat seperti ini, valve terbuka penuh dan tekanan menjadi tinggi. Pada mobil-mobil yang sudah berumur bisa membuat slang atau sil-sil pada pecah," jelas Bambang.

Perlakuan lainnya yakni jangan pernah memutar kemudi saat mesin tidak bekerja. Sebab dengan kondisi ini, maka fluida tidak bisa sirkulasi. Efeknya, komponen dari power steering bisa lekas rusak.  (mobil.otomotifnet.com)


You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 komentar:

Video Panduan GPS Tracker Bahasa Indonesia

Video Panduan GPS Navigasi SuperSpring