Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Senin, 02 Juni 2014

RSS otomotifnet.com - Modifikasi: Tidak Bisa Pisah dengan SQL, Meski Sudah Lima Kali Berinovasi

/ On : 02.51/ Thank you for visiting my small blog here. If you wanted to discuss or have the question around this article, please contact me by e-mail.
RSS otomotifnet.com - Modifikasi
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Simple & Affordable SMS!

Text messages have a 95% open rate within 5 minutes. Over 50,000 businesses, non-profits, and groups rely on Ez Texting for their SMS marketing. Sign up free today!
From our sponsors
Tidak Bisa Pisah dengan SQL, Meski Sudah Lima Kali Berinovasi
Jun 1st 2014, 19:51, by admin@otomotifnet.com

 Lima kali transformasi akhirnya berujung pada 150 desibel 


Jakarta - Terus berinovasi merupakan semboyan yang dipegang oleh Rudi Saputra. "Ini kali kelima saya ubah audio. Tidak hanya desain, namun juga perangkatnya," ujar pria yang tinggal di Pademangan, Jakut.

Konsep tetap sama yaitu SQL (Sound Quality Loud). "Saya ada kendaraan dengan settingan sound quality, tapi saya jarang pakai karena kurang begitu klik di telinga," ujar pebisnis ekspedisi ini. Tidak hanya itu, beberapa installer juga pernah disambangi untuk mengubah tatanan suara. Namun untuk proyek kali ini, pilihannya jatuh pada Boy, installer Audio Creation yang bermarkas di Mega Glodok Kemayoran, Jakpus.


Pilar dan midbass mounting dibuat dengan bantuan real time analyzer agar suara maksimal


"Bermain SQL, menurut gue tuning boks menjadi salah satu faktor penting," terang installer bertubuh tinggi. Tuning untuk boks SPL dan SQ serta SQL tentu berbeda. Untuk SQ, tuning frekuensi biasanya rendah sekitar 25 Hz, sedangkan SPL cenderung tinggi setidaknya 45 Hz. "Kalau SQL bermain di antara 30 Hz sampai 50 Hz, biasanya tinggal cari angka yang tepat," sebut Boy.

Model boks ported tentu menjadi andalan buat kendaraan SQL karena suara bass yang dihasilkan lebih besar dan panjang dibanding sealed. Sedangkan cutting frekuensi subwoofer Cello dibuat 100 Hz supaya bass lebih powerful.

 Prosesor Alpine nyempil di bagasi, mau tuning tinggal siapkan laptop


Namun tentu tidak hanya tuning boks, kualitas suara perlu diperhatikan. Jadi tidak hanya asal kencang. Untuk mendapatkan sumber suara yang bersih dan jernih tentu otak harus bagus. Pilihan jatuh pada produk Alpine IVA dibantu prosesor dari merek yang sama.

Sebagai penghasil suara untuk kabin bagian depan, produk lansiran Cello Reference 7 model 3-way diyakini sanggup memenuhi keinginan Rudi. Perlu tuning frekuensi yang sesuai di telinga pemilik. Settingan frekuensi untuk tweeter depan dipilih diangka 5 KHz, sedangkan untuk mid range angka 1.500 Hz dipercaya yang paling bagus didengar. "Khusus untuk mid bass saya setel di 300 Hz," terang installer yang sering juara SQL.


Rudi bangga hasil suara pernah menorehkan angka 150 db
Untuk sistem pembangkit tenaga, installer ramah ini mempercayakan produk Cello monoblock CA15 2 unit khusus untuk men-drive subwoofer. Sedangkan untuk speaker depan dan belakang dilayani oleh 2 buah power 4 channel. Upgrade lagi bos supaya dapat juara kembali. (mobil.otomotifnet.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 komentar:

Video Panduan GPS Tracker Bahasa Indonesia

Video Panduan GPS Navigasi SuperSpring