| Champions League Porsche Panamera Hybrid Toyota Camry Hybrid Jun 1st 2014, 22:06, by admin@autobild.co.id Cadangan BBM kian menipis dan perlu jutaan tahun sebelum fosil menghasilkan jumlah BBM setara 100 tahun lalu. Tak pelak pabrikan mobil sebagai salah satu pelahap BBM terbesar memutar otak untuk energi alternatif. Sementara mobil listrik masih belum layak dan praktis untuk transportasi sehari-hari, sistem hybrid-lah yang kini cukup populer sebagai teknologi perantara. Sejak 1990-an Toyota sudah intensif mengembangkan hybrid. Itu ditandai dengan kemunculan Prius di 1997, sebuah mobil yang sejak awal diciptakan untuk secara spesifik menggunakan teknologi hybrid. Sekarang, setelah 3 generasi Prius dibuat, Toyota pun telah menyebarkan sistem hybrid mereka ke beberapa model lain. Di Indonesia, sistem serupa Prius bisa ditemukan di Camry terbaru. Untuk melihat sejauh mana kehebatan Jepang membuat hybrid, kami pertemukan dengan raksasa teknologi Jerman, yakni Porsche. Seperti diketahui, Porsche memang bukan yang terbesar di Jerman. Tapi ia disokong VW Group yang notabene terbesar di dunia. Alhasil dalam merancang sistem hybrid di Panamera mereka, Porsche juga dibantu oleh VW serta Audi. Saat ini populasi mobil hybrid sangat sedikit di Indonesia karena pemerintah tak memberi keringanan pajak apapun untuk mobil ramah lingkungan ini. Tapi setidaknya kita masih memiliki Toyota Camry Hybrid dan Porsche Panamera Hybrid untuk mengadakan perbandingan. | Sistem Hybrid | | Toyota Camry Hybrid | Porsche Panamera S hybrid |  |  | | Dinamai Hybrid Synergy Drive, Toyota memadukan mesin bensin dengan baterai. Baterai ini akan menyimpan listrik saat mesin menyala atau ketika melakukan deselerasi. Ketika daya di baterai mencukupi, listriknya sanggup menjalankan mobil tanpa bantuan mesin. Bahkan ketika berakselerasi, tenaga dari baterai pun ikut membantu supaya tenaga lebih besar. Seluruh tenaga dari sistem ini disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT. | Dinamai Hybrid Synergy Drive, Toyota memadukan mesin bensin dengan baterai. Baterai ini akan menyimpan listrik saat mesin menyala atau ketika melakukan deselerasi. Ketika daya di baterai mencukupi, listriknya sanggup menjalankan mobil tanpa bantuan mesin. Bahkan ketika berakselerasi, tenaga dari baterai pun ikut membantu supaya tenaga lebih besar. Seluruh tenaga dari sistem ini disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT. | | Tenaga | | Toyota Camry Hybrid | Porsche Panamera S hybrid |  |  | | Menggunakan mesin sama dengan Camry 2.5V, Camry Hybrid memiliki tenaga 160 dk dari mesin bensinnya dan ditambah 143 dk, plus 270 Nm lagi dari motor listriknya. Ketika dikombinasi ia membuat tenaga setara 200 dk. Hal ini membuat akselerasinya cukup mengagumkan. Laju 0-100 km/jam tuntas tak sampai 8 detik. Hal tersebut membuat posisinya tepat untuk menggantikan Camry bermesin 3.500 cc V6 | Basis mesin Panamera Hybrid adalah 3.0 V6 yang mampu menelurkan tenaga 333 dk. Ini kemudian dipadukan dengan motor listrik berkekuatan 95 dk dan torsi 310 Nm. Saat bekerja bersama, mereka menghasilkan tenaga setara 380 dk. Akselerasi 0-100 km/jam tuntas dalam 5,5 detik, yang artinya lebih baik ketimbang Panamera bermesin 3.0 V6 tanpa hybrid. | | Konsumsi BBM | | Toyota Camry Hybrid | Porsche Panamera S hybrid |  |  | | Di dalam kota Camry Hybrid memiliki figur konsumsi BBM sekitar 16 km/l, sedangkan di jalan bebas hambatan bisa mencapai 19 km/l. Bandingkan dengan Camry 2.5V non-hybrid yang hanya mencatat 8,5 km/l untuk rute dalam kota. | Siapa sangka kalau Panamera yang berat serta berperforma tinggi ini masih sanggup mencatat 14,1 km/l di rute kombinasi. Sedangkan sebagai pembanding, Panamera S bermesin 3.0 V6 hanya mencatat 8 km/l. | | Bobot | | Toyota Camry Hybrid | Porsche Panamera S hybrid |  |  | | Diletakkan di bawah bangku belakang dan sedikit mengintrusi bagasi, baterai Camry hybrid berukuran cukup besar. Total perbedaan bobot yang terjadi dibanding Camry 2.5V adalah 160 kg. | Baterai di Panamera S Hybrid memiliki bobot sangat berat, mencapai di atas 100 kg. Tapi karena Porsche membuang semua penggerak 4 roda di mobil ini, maka penambahan bobot yang terjadi dibanding Panamera S hanya 80 kg. | | Keasyikan berkendara | | Toyota Camry Hybrid | Porsche Panamera S hybrid |  |  | | Selain akselerasi yang lebih baik, tak banyak keasyikan mengemudi yang bisa didapat di mobil ini. Di lain sisi, ia sangat nyaman dan sistem hybrid-nya bekerja sangat halus dalam memindah-mindahkan sumber tenaga. | Hampir tak ada ciri khas Porsche yang ditinggalkan. Selain pengendaliannya masih sangat baik, Panamera Hybrid juga tetap menggunakan transmisi otomatis 8-speed dengan menyediakan pula moda perpindahan manual via paddle-shift. | | Harga | | Toyota Camry Hybrid | Porsche Panamera S hybrid | | Walau tak ada harga resmi yang dikeluarkan Porsche, namun di luar negeri Panamera S Hybrid dijual sekitar 10% lebih mahal dibanding Panamera S, atau berselisih sekitar Rp 250 juta di sini atau berkisar Rp 2,6 miliar. | Untuk harganya sendiri, Camry hybrid lebih mahal sekitar 36% dibanding Camry 2.5V, atau berselisih Rp 184 juta. Camry Hybrid dijual di bilangan Rp 695 juta. | 288/40-41(7-20Mei14) |
0 komentar:
Posting Komentar