Penting untuk diketahui pertama kali, bahwa pelek bukanlah asesoris. Pelek merupakan salah satu komponen utama agar ban dapat terpasang sempurna. Ukurannya telah disesuaikan oleh produsen mobil untuk mencapai komposisi ideal dari kendaraan tersebut.
Maksudnya adalah performa optimal mampu diraih dari produk yang dirilisnya. Dengan kata lain, komposisi pengendalian dan kenyamanan telah berada dalam batas idealnya. Jadi diameter pelek, lebar, jumlah lubang baut hingga offset telah ditentukan oleh produsen mobil.
Karenanya, subtitusi komponen ini janganlah dipandang sebelah mata. Pada kenyataannya memang penggantian komponen ini seringkali dilakukan pemilik mobil tanpa mengetahui kebutuhan kendaraannya alih-alih untuk mendongkrak penampilan mobilnya.
Efek terburuk dari penggantian pelek yang tidak sesuai adalah hilangnya stabilitas pada kendaraan ketika melaju. Akibat dari hilangnya stabilitas tentu saja pada faktor keamanan. Bisa dibayangkan ketika Anda sedang melaju kencang dan dari roda terdapat getaran hebat yang membuat Anda kehilangan kendali.
Hal ini bisa muncul akibat salah dalam melakukan penggantian pelek. Menurut Eric Tanzil dari Permaisuri Ban yang bermarkas di jl. Mahakam, Kebayoran Baru. Memang sah-sah saja jika pemilik mobil ingin mendongkrak penampilan mobilnya dengan mengganti pelek, namun pemilik mobil juga harus memahami kebutuhan mobilnya.
"Penjual harus menanyakan terlebih dahulu kepada kostumer, apa tujuannya mengganti pelek, dan mengetahui spesifikasi mobilnya sebelum menunjuk pelek tertentu," ungkap Eric. Nah dari situ, menurutnya baru pihak penjual bisa memberikan referensi pelek-pelek mana yang sesuai dengan sang empunya mobil.
Berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan penggantian pelek.
KEBUTUHAN

Tujuan mengganti pelek biasanya ada 3. Mengejar performa, tampilan, atau sekadar mengganti pelek yang rusak. Ketiga tujuan itu akan menentukan ukuran, bentuk palang hingga bobot pelek yang harus diganti. Karenanya pahami dulu tujuan Anda mengganti pelek sebelum melakukan subtitusi.
MODEL
Bentuk palang atau model pelek dipengaruhi oleh jenis kendaraan. Jika Anda menggunakan kendaraan kecil seperti city car dapat memilih model berpalang sedikit. Tujuannya adalah untuk mendapatkan bobot pelek yang lebih ringan tanpa mengorbankan tenaga mobil. Sedangkan untuk mobil-mobil dengan kapasitas mesin dan tenaga yang besar pemilihan pelek dapat lebih luas mulai dari model palang tebal, piring, hingga jari-jari.
BOBOT

Seperti sudah disebut diatas, dimensi pelek dan bentuk palang atau model mempengaruhi bobot pelek. Nah hal ini dapat disiasati dengan memilih merek –merek tertentu yang menawarkan material lebih ringan. Sehingga Anda bisa mendapatkan model yang sesuai namun dengan bobot yang tetap ringan. Namun siap-siap saja merogoh kocek lebih dalam, lantaran pelek-pelek bermaterial ringan biasanya dilego dengan harga tinggi akibat mahalnya material serta teknologi yang dibutuhkan untuk membuatnya. Seperti material serat karbon yang super ringan membuat berat pelek hanya tersisa 2,5 kg. Harganya pun fantastis, satu set (4 buah) pelek bermerek Wedsport bermaterial dry carbon dilego dengan harga lebih dari Rp 110 juta.
UKURAN PELEK

Dimensi pelek terdiri atas 3 ukuran, yakni lebar, diameter, dan off-set (ET). Lebar pelek mempengaruhi cengkeraman ban yang akan menyentuh tanah. Semakin lebar pelek, maka akan semakin banyak cengkeraman yang dilakukan ban pada permukaan jalan. Penggantian pelek dengan lebar yang berlebihan ternyata hanya akan memperlambat laju kendaraan lantaran media yang bergesekkan dengan permukaan jalan juga semakin luas.
Diameter (lingkar) pelek akan mempengaruhi besar roda dan bobot pelek. Semakin besar peleknya, maka material yang digunakan untuk menyusun pelek juga akan lebih banyak. Disinilah bobot akan bertambah yang akhirnya dapat mengurangi power to weight ratio mobil. Aplikasi pelek dengan lingkar besar juga mengharuskan kita untuk menggunakan ban berprofil tipis. Disini kenyamanan tentu akan berkurang.
Off-set (ET), merupakan angka yang menunjukkan seberapa menjorok permukaan tengah pelek terhadap ring luar pelek. Besaran off-set ditandai dengan angka dan kode berjuluk ET. Misalnya ET35, ET60, dan seterusnya. Semakin kecil angkanya, maka pelek akan makin celong ke dalam dan bibir luar pelek terlihat keluar dari batas bodi mobil.
Efek dari penggantian pelek dengan off-set yang tak sesuai adalah terjadinya gesekan antara roda dengan fender ataupun mangkuk shockbreaker.
CENTER RING
Perlu diketahui, tugas baut roda bukanlah memastikan agar pelek tetap di tengah roda. Tugas baut hanyalah menahan pelek agar tetap rapat dengan hub roda. Nah, membuatnya tetap di tengah adalah tugas hub dan center bore pelek.
Sesuai namanya, Center Ring merupakan cincin yang disematkan pada bagian belakang lubang pelek dengan tujuan memastikan center bore pelek menempel dengan sempurna dengan hub roda. Hal ini wajib dilakukan lantaran tidak semua pelek aftermarket memiliki center bore yang pas dengan hub pada mobil. Pemasangan center ring akan memastikan penyaluran bobot dan tenaga yang sempurna ke seluruh sisi pelek.
287/VI-VII(23Apl-6Mei14)
0 komentar:
Posting Komentar