Audi bertindak agresif taatkala memperkenalkan A6 2.0 TFSI. Mengapa? Karena dibanding tipe 3.0 Quattro maupun 2.8 TFSI, medium saloon Audi ini lahir dengan diet ketat di sektor mesin.
Secara penampilan hampir tak ada perbedaan berarti antara versi mesin terkecil ini dengan "kakak-kakaknya" yang bermesin lebih besar. Kontur tubuhnya tetap identik dengan keluarga A6 lainnya, lengkap dengan LED daytime running light (DRL).
Simpel, modern, tapi tetap berkelas. Itulah mungkin sedikit gambaran dari penampilan Audi A6 generasi kini. Gril trapezoid bersudut enam, bentuk lampu yang tajam, penggunaan LED bukan cuma di depan tapi juga untuk lampu belakang, terlihat sangat menawan, serasi dengan desain bumper yang dibuat modern.
Tema dalam kabin juga masih identik kalau dikomparasi dengan A6 varian mesin 2.800 cc dan 3.000 cc. Dasbor terlihat begitu modern dengan konsol tengah yang dipenuhi tombol-tombol operasional. Bagi yang tidak terbiasa dengan banyaknya tombol-tombol ini tentu butuh waktu khusus guna memahami fungsinya satu per satu.
Pada jok penumpang belakang, kenyamanan ditopang dari pelapis jok kulit yang lembut dan pengaturan AC individual. Kemudian poin penting A6 lainnya yakni bagasi sedan premium ini begitu lapang, bahkan mungkin yang terlapang di kelasnya.
Meski mesinnya kecil, tetapi duduk sebagai pengemudi tetap memberikan kenyamanan. Setir pas dalam genggaman dan tidak terasa licin. Pengaturan jok pengemudi juga menggunakan tambahan fitur memori yang bisa di setting secara individual.
Mesin 1.984 cc turbocharger 4-silinder dari A6 2.0 TFSI masih memberikan sensasi mengemudi yang menyenangkan seperti halnya versi 2.8 FSI dan 3.0 TFSI. Hanya saja ketika dicoba berakselerasi 0-100 km/jam tercatat 8,4 detik. Jauh merosot dari A6 3.0 TFSI yang mampu mencatat figur 6,3 detik.
Tetapi mesin lebih kecil berefek pada konsumsi bahan bakar yang efisien. Pada pemakaian dalam kota Audi A6 2.0 TFSI mencatat konsumsi BBM 9,5 km/l, sementara pada pemakaian di tol 13,7 km/l. Jauh lebih hemat dari A6 3.0 TFSI Quattro yang cuma bertengger di kisaran 6 km/l untuk pemakaian dalam kota.
Fitur Driver Select juga tetap mampu memberikan pengalaman berkendara yang tak kalah menarik pada A6 mesin terkecil ini. Pada mode Dynamic, mobil sanggup menyuguhkan limpahan tenaga yang baik. Jika tuas transmisi di pindah pada posisi "S" atau Manual, maka kinerja mesin berubah drastis menjadi lebih agresif.
Sekadar jalan-jalan santai di perkotaan? Posisikan mode Comfort, maka Anda akan mendapatkan kenyamanan berkendara khas mobil-mobil premium Eropa.
| Rival |
| BMW Seri 520i Luxury Mesin: 1.997 cc 4 silinder twin turbo, 184 dk 0-100 km/jam: 7,9 detik (klaim) Harga: Rp 858 juta (off-the road) + Desain, interior, fitur, perfroma mesin - Suspensi agak keras, harga lebih mahal |
 |
First Opinion Audi A6 merupakan lawan tangguh BMW Seri 5 dan Mercedes-Benz E-Class. Perubahan signifikan pada desain dan fitur unggulan memang menjadi senjata pamungkas Audi untuk memanjakan konsumen premium. Apalagi kini konsumen memiliki tiga pilihan mesin yang beragam.Sekilas Pandang - Audi Extended Warranty dan Free Service selama 3 tahun atau 90.000 km - Ada juga pilihan mesin 2.800 cc dan 3.000 cc keduanya bermesin bensin |
288/28-29(7-20Mei14)
0 komentar:
Posting Komentar