
Inovasi pada sistem pasokan bahan bakar dan suntikan turbo mengubah pandangan bahwa mesin diesel loyo. Seperti pada Mercedes-Benz E 250 CDI yang ikut di Diesel Mega Test Drive ini sukses menggabungkan teknologi common-rail, direct injection, dan turbo ganda dalam mesin sekecil 2.143 cc 4 silinder.
E 250 CDI sanggup menghasilkan tenaga 201 dk pada 3.800 rpm dan torsi 500 Nm pada 1.600-1.800 rpm. Tenaga segitu saja sudah sangat besar. Apalagi dengan torsi mencapai 500 Nm. Pemandu daya ke roda belakang adalah transmisi otomatis 7-speed.
Saat dibawa mengemudi hemat, transmisi tak pernah berpindah pada 2.000 rpm. Bahkan saat pindah dari 1 ke 2 dimana mobil butuh dorongan lebih kuat guna melaju, hanya di kisaran 1.800 rpm. Untuk selanjutnya tak pernah lebih dari 1.600 rpm.
Logis mengingat torsi maksimal sudah tercapai di rentang 1.600-1.800 rpm. Gigi transmisi dapat sigap berpindah ke rasio lebih halus. Makanya, ia sanggup cruising 70 km/jam pada gigi 6 hanya dengan putaran mesin 1.100 rpm.
Ia juga mengaplikasikan ECO Start/Stop yang mematikan mesin saat berhenti. Sayang, kami lebih banyak menjumpai kondisi demikian di kawasan Puncak, di tengah terik matahari dan jalan menanjak. Fitur ini sempat beberapa kali tidak aktif. Bukan karena rusak, melainkan sistemnya membaca bahwa kondisi yang ada tidak memungkinkan untuk bekerja.
Mode berkendara E (ECO) juga membantu dengan memberikan respons mesin lebih halus dalam menyalurkan tenaga. Sedikit catatan pada transmisinya. Agar mesin tidak kehilangan torsi, transmisi dengan sigap melakukan downshift saat dirasa putaran mesin terlalu rendah atau mobil butuh tambahan daya. Tak salah memang. Namun kami juga jadi 'kehilangan' momentum yang tersisa dari torsi besarnya.
Sinergi seluruh teknologi tersebut menghasilkan kehematan konsumsi Pertamina DEX full-to-full 12,78 km/l. Sedangkan pada MID mencatat 13,15 km/l. Terbilang bagus mengingat banyak jalan menanjak dan kecepatan rata-rata di MID hanya 24 km/jam. Nyaris seperti di kemacetan jalan kota.
Lantas, bagaimana dengan performanya? Pindahkan mode berkendara ke S (SPORT) dan matikan Electronic Stability Program (ESP). Sekarang bersiaplah dilontarkan oleh torsinya yang setengah ton.
Benar saja. Meski bobotnya mencapai 1.775 kg, ia sanggup menuntaskan figur 0-100 km/jam hanya dalam tempo 7,7 detik. Itupun dengan bonus spin di roda belakang yang akan membangkitkan gairah Anda. Begitu pun ketika sprint 0-40 km/jam dan 0-60 km/jam di jalan menanjak. Ia mampu menuntaskan dalam waktu 3,6 detik dan 6,0 detik saja.
Kenyamanan berkendara merupakan prioritas E-Class. Ia pun sanggup mencatat kebisingan kabin saat idle dan AC aktif di 34,8 dB. Sedangkan ketika di 2.000 rpm dan AC nyala, hanya 57,1 dB. Salah satu yang terbaik di tes kali ini.
Our Opinion
Butuh sedan mewah dengan torsi ganas? Silakan pertimbangkan Mercedes-Benz E 250 CDI. Mengusung konsep sebagai sedan mewah dan nyaman khas Mercy, ia juga menawarkan performa andal dari unit diesel 2.143 cc bertorsi 500 Nm.
E 250 CDI juga dilengkapi mode ECO dan SPORT, serta ECO Start/Stop yang secara simultan bekerjasama dengan transmisi otomatis 7-speed 'mengekang' sekaligus memanfaatkan torsi brutal E 250 CDI. Hasilnya, sebuah sedan mewah dengan kenikmatan berkendara maksimal namun tetap nyaman.

286/32-33(9-22Apl14)
0 komentar:
Posting Komentar