Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Selasa, 01 April 2014

RSS otomotifnet.com - Tips: Jangan Panik Ketika Lampu Check Engine Menyala

/ On : 05.05/ Thank you for visiting my small blog here. If you wanted to discuss or have the question around this article, please contact me by e-mail.
RSS otomotifnet.com - Tips
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
At Home Yoga Retreat

Everything you need to enjoy a weekend yoga retreat in your own home!
From our sponsors
Jangan Panik Ketika Lampu Check Engine Menyala
Mar 31st 2014, 22:05, by admin@otomotifnet.com


Jakarta - Mungkin pernah mengalami saat berkendara mendadak lampu indikator check engine atau MIL (Malfunction Indicator Light) menyala. Usah panik! Pada beberapa kendaraan, hal ini sudah diantisipasi dengan mengalihkan mapping ECU ke safe mode.
"Biasanya kendaraan Eropa dan Amerika seperti itu. Ketika MIL menyala, langsung kendaraan tidak bisa dikebut," ucap Dalvin Kartawidjaja dari CK Motorsport Jl. Panjang, Jakbar.
Paling penting rasakan perbedaannya ketika MIL menyala. Misalnya, ada gejala atau terus-terusan brebet, atau mesin pincang. Sebaiknya jangan dipaksa, segera panggil derek atau towing. Kalau memang masih dapat dijalankan dengan kondisi normal, ya tak masalah dijalankan. Karena kemungkinan bukan sensor yang vital •



1). MIL tidak selalu menginformasikan kerusakan fatal pada mesin atau sistem elektronik lainnya. Bisa saja karena soket kendor, kemasukan air, kabel terputus, sensor rusak atau bahkan ECU mengalami sedikit kerusakan. Namun bisa juga disebabkan oleh parts lain tidak terpasang dengan benar. Seperti tutup bahan bakar dan boks saringan udara tidak tertutup rapat.



2). Jika kendaraan masih dapat berjalan, jalankan saja sampai bengkel kepercayaan untuk mengecek dengan bantuan engine diagnostic. Terpenting ketika berkendara, pastikan temperatur mesin tidak overheating dan motor fan dapat hidup dengan normal. Jika overheating, jangan dipaksa karena akan berakibat fatal pada mesin

3). Kalau ingin melakukan diagnosa sendiri tanpa bantuan alat engine diagnostic. Pastikan semua soket sensor terpasang sempurna, jika perlu melakukan cabut pasang, lakukan sampai terdengar bunyi klik. Perhatikan juga kabel-kabelnya, apakah ada yang terputus atau tidak. Kalau putus di tengah ini yang repot harus urut kabel, sebaiknya serahkan saja pada bengkel spesialis yang terpercaya



4). Jika di kabel maupun sensor terdapat banyak air, maka harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara manual tentu tiup dengan mulut atau dilap dengan tissue. Namun jika banyak terdapat tumpukan kotoran di sensor, sebaiknya menggunakan cairan pembersih khusus barang elektronik atau yang sering disebut dengan contact cleaner

5). Pada beberapa jenis kendaraan, ketika masalah sudah diperbaiki, maka otomatis MIL akan padam. Namun ada juga yang perlu di-reset dengan bantuan engine diagnostic ataupun manual reset dengan cara mencabut aki selama 30 detik. Misal Nissan Livina, X-Trail dan Serena yang sudah mengadopsi throttle by wire, harus menggunakan engine diagnostic scanner, jangan cabut aki karena akan membuat idle leaaning dan MIL tetap menyala meski problem sudah dibenahi. (Mobil.Otomotifnet.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 komentar:

Video Panduan GPS Tracker Bahasa Indonesia

Video Panduan GPS Navigasi SuperSpring