Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Minggu, 10 Agustus 2014

RSS otomotifnet.com - Tes: Test Drive : Performa Jazz Baru ini Lebih Baik dari Pendahulunya

RSS otomotifnet.com - Tes
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Simple & Affordable SMS!

Text messages have a 95% open rate within 5 minutes. Over 50,000 businesses, non-profits, and groups rely on Ez Texting for their SMS marketing. Sign up free today!
From our sponsors
Test Drive : Performa Jazz Baru ini Lebih Baik dari Pendahulunya
Aug 9th 2014, 20:43, by admin@otomotifnet.com

All New Honda Jazz RS CVT

Jumat, 08 Agustus 2014 15:30 WIB

Penulis : OTO-TIM OTOMOTIF | Foto : Reza


Jakarta - PT Honda Prospect Motor telah meluncurkan All New Honda Jazz yang sudah naik kelas ke tahap ke-3. Perubahan pun signifikan di beberapa bagian, baik pada eksterior maupun interior. Bahkan OTOMOTIFNET sempat penjajal hatchback andalan Honda Indonesia ini. 

Secara bentuk dan dimensi, All New Honda Jazz ini berubah drastis dibanding pendahulunya. Tapi bagaimana 'isi' sesungguhnya dari mobil yang mengambil model honey comb untuk air dam-nya. Setelah membuka pintu, langsung terlihat aura sporty. Sama seperti eksteriornya. 


Posisi Duduk Ergonomis

Langsung ambil posisi untuk duduk di jok pengendara. Model semi bucket cukup nyaman dan ergonomis. Sayap kanan-kirinya mampu menahan tubuh dengan baik, terutama ketika berbelok. Sayang, untuk sebagian yang berpostur 170 cm/80 kg, lumbar support yang menjadi standarnya akan terasa mengganggu.

Sebelum dijalankan, atur dulu beragam kebutuhan yang ada, seperti spion luar, dalam, ketinggian jok serta setir. Enaknya lagi, untuk setir sudah adopsi tilt dan telescopic sehingga tidak bakal ada lagi terjadi setir terlalu tinggi atau terlalu jauh dari pengendara.

Injak pedal rem, tekan tombol untuk Start layaknya mobil balap. Sejurus kemudian indikator tampil dengan mewahnya. Pendaran sinar biru serta emblem RS di penunjuk kecepatan membawa sisi sporty yang ingin ditonjolkan.

Sporty Luar Dalam

Bagaimana dengan perfoma mesin, suspensi serta girboks? Apakah menunjukkan gejala sporty? Coba berjalan bukan hanya di jalan halus. Kebetulan ditemukan berkontur kurang bagus. Inilah saat yang pas menguji suspensi.


Bagasi cukup luas untuk menampung berbagai jenis barang

Bisa dibilang redaman suspensi cukup keras. Terlebih bagi yang duduk di belakang dan kecepatan cukup tinggi. Untuk di jalan yang halus atau gelombang landai, suspensi menunjukkan redaman yang sangat baik.

Handling yang dirasakan ternyata tidak terlalu berbeda dibanding Jazz generasi 2. Tetap presisi dan unggul ketika berbelok. Putaran kemudi yang enteng serta radius putarnya, membuat All New Jazz sangat mudah berkelit di tempat yang sempit.


Hanya sedikit pembaharuan bertujuan mengejar efisiensi

Pengoperasian dari tuas perseneling juga sangat mudah. Untuk perkotaan cukup 'simpan' di D saja. Jika ingin akselerasi, pindahkan ke S, sekaligus juga bisa memanfaatkan paddle shift-nya. Tuas yang ada di belakang setir ini akan sangat berguna ketika ngebut di jalan berliku. Sayangnya, ketika perpindahan tuas dari S ke D atau sebaliknya, terdengar suara. 

Faktor kunci lainnya ada pada mesin. Membopong mesin yang sama seperti pendahulunya L15, namun dengan berbagai penyempurnaan. Performa yang dihasilkan memang sedikit membaik. Demikian juga untuk konsumsi bahan bakarnya.


Diajak berlari dari posisi diam sampai 100 km/jam, mencatat waktu 10,2 detik, lebih cepat 0,5 detik dibanding generasi 2. Sementara itu untuk jarak 402 meter selama 17,3 detik. Ada perbaikan waktu dari Jazz generasi 2 hanya 0,2 detik.

Sementara itu untuk konsumsi, dalam kota dicatat mampu menempuh 12,5 kilometer untuk 1 liter bahan bakar. Sedangkan dalam kecepatan konstan sejauh 20 kilometer. 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

RSS otomotifnet.com - Tes: Meski Facelift, Akselerasi Mitsubishi Outlander Sport lebih Gahar

RSS otomotifnet.com - Tes
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Simple & Affordable SMS!

Text messages have a 95% open rate within 5 minutes. Over 50,000 businesses, non-profits, and groups rely on Ez Texting for their SMS marketing. Sign up free today!
From our sponsors
Meski Facelift, Akselerasi Mitsubishi Outlander Sport lebih Gahar
Aug 9th 2014, 20:43, by admin@otomotifnet.com

Mitsubishi Outlander Sport

Selasa, 05 Agustus 2014 10:02 WIB

Penulis : Tim OTOMOTIF | Foto : Reza/Johan


Perubahan hanya pada bumper dan bawah gril yang terdapat lekukan

Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sudah meluncurkan Mitsubishi Outlander Sport versi facelift. OTOMOTIFNET mendapat kesempatan menjajal tipe PX yang merupakan varian tertinggi. 

Dari eksterior, tak nampak ubahan signifikan dibanding versi sebelumnya. Hanya pada bumper terdapat lekukan, termasuk di bawah gril. Diffuser hitam tidak lagi dominan dan diganti lip spoiler hitam yang berkesan tajam dan memberi nuansa aerodinamis.


Mata kucing desain baru yang cenderung membulat

Spion sudah menggunakan model retract dengan tambahan lampu sein. Diikuti pemakaian pelek dengan ukuran 17 inci yang lebih kekar.

Motif serat karbon

Masuk di kabin, terlihat eye catching dengan motif serat karbon di panel pintu, dipadu hitam solid di bagian tengah dasbor. Trus, di area kemudi kini dilengkapi kontrol audio yang terhubung dengan head unit monitor. Juga bisa terkoneksi dengan gadget melalui USB dan Aux-in.


Motif serat karbon menjadikan tampilan dasbor lebih sporty

OTOMOTIFNET mencoba menjadi penumpang untuk perjalanan sejauh 50 km. Hasilnya, duduk terasa lebih rileks dibanding versi sebelumnya yang menuai banyak keluhan, karena posisi sandaran jok terlalu tegak.


Tak heran, jika KTB melakukan riset khusus dan melakukan development hanya untuk pasar Indonesia. Dan ubahan sandaran ini menjadi satu keunggulan yang dikampanyekan pihak KTB.

Akselerasi gahar

Justru, yang membuat lebih penasaran adalah ubahan pada sektor mesin dan transmisi. Meski tetap mengandalkan teknologi katup variabel MIVEC dengan kapasitas 1.998 cc, 4 silinder, namun berkat remapping ECU untuk mengubah karakter mesin, plus transmisi CVT dengan teknologi INVECS III yang diklaim membuat distribusi tenaga lebih halus, membuat akselerasi diklaim lebih gahar dan bahan bakar lebih efisien.

Terbukti, Saat pengetesan akselerasi, dari 0-100 km/jam membubuhkan waktu 10,8 detik. Bandingkan dengan versi sebelumnya yang membubuhkan waktu 11,8 detik.  Begitupun untuk menempuh jarak 402 meter membutuhkan waktu 17,5 detik. Lebih cepat dibanding generasi awal dengan waktu 18,7 detik.

Tenaga versi facelift ini baru terasa gahar setelah menyentuh putaran mesin 1.500 RPM. Memang di awal terasa tarikan lemot khas transmisi CVT. Tapi, ketika momentum sudah dapat, mesin langsung beringas.

Efisiensi bahan bakarpun terdongkrak. Dengan pemakaian konstan di kecepatan 100 kpj, per liter bahan bakar bisa melaju hingga 16,8 km. Sedangkan versi terdahulu hanya sanggup menempuh jarak 15,1 km.

Hasil yang lumayan untuk sebuah ubahan ringan.

  (Mobil.Otomotifnet.com)

DATA SPESIFIKASI :

Dimensi (PxLxT) mm :4.300x1.800x1.625

Wheelbase (mm) :2.670

Ground Clearance (mm) :195

Berat (kg) :1.970

Mesin tipe :4.811 16 valve MIVEC DOHC, 4 silinder

Kapasitas :1.998 cc

Tenaga maksimum : 150dk/6.000 rpm

Kapasitas tangki :63 liter

Harga : Rp342 juta

DATA TES

BBM (ltr/km)

Dalam kota :1:10,1

Luar kota :1:12,6

Konstan :1:16,8

Akselerasi

0 - 60 km/jam :5,6 detik

40-80 km/jam :4,1 detik

0-100km/jam :10,8 detik

0-200 meter :11,8 detik

0-402 detik :17,5 detik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

RSS otomotifnet.com - Tes: Warna Busi Mencerminkan Hasil Pembakaran pada Mesin

RSS otomotifnet.com - Tes
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Subscribe to Bloomberg Businessweek

Get Bloomberg Businessweek for 84% off what others pay on the newsstand - that's like getting 38 complimentary issues! Sign up today.
From our sponsors
Warna Busi Mencerminkan Hasil Pembakaran pada Mesin
Aug 9th 2014, 20:43, by admin@otomotifnet.com

Test Kinerja Busi

Sabtu, 26 Juli 2014 09:02 WIB

Penulis : OTO - HARDY | Foto : Hardy



Jakarta - Busi salah satu faktor penting dalam kendaraan bahan bakar gasoline. Tapi, masih ada yang salah kaprah soal busi. Ada yang bilang, makin besar angka yang tertera pada kode busi makin baik. 
Padahal, seharusnya disesuaikan dengan spesifikasi pabrikan. Paling hanya menaikkan 1 tingkat angka jika ingin performa atau pembakaran lebih baik. Dengan catatan, mesin juga sudah membutuhkan tipe busi lebih dingin.

Bedanya busi panas dan dingin adalah kecepatannya melepas panas. Busi dingin lebih cepat melepas panas ketimbang busi dingin.

Lewat warna hasil pembakaran yang menempel pada busi juga bisa disimpulkan bahwa pembakaran terlalu rich, lean atau ideal. Campuran ideal akan meninggalkan warna kecoklatan.

"Jika campuran terlalu rich, maka busi akan berwarna hitam pekat terkadang masih meninggalkan bahan bakar. Jika campuran terlalu lean, makan busi akan berwarna putih tanda kekeringan kurang bensin," terang Indra Wijaya, tuner Sigma Speed di kawasan Pancoran, Jaksel. Itulah 3 kode warna dasar pembakaran busi.

"Busi yang nyala apinya sudah kurang baik dapat menyebabkan kendaraan sulit dihidupkan. Jadi sebaiknya mengganti busi secara berkala semisal 10.000 km," ujar David Ahie, punggawa Top Speed Motor di bilangan Kedoya, Jakbar. Namun kalau dari pabrikan sudah mengadopsi busi jenis iridium, maka umur pakainya dapat mencapai 100.000 km.


 

Tes menggunakan multitester, angka yang tertera biasanya berkisar mulai 1.000 Ohm sampai 1.500 Ohm


Celah busi juga perlu diperhatikan. Gunakan feeler yang tepat untuk mengukurnya. Celah busi mulai dari 0,8 mm hingga 1,2 mm, tergantung spesifikasi pabrikan kendaraan.

Jika mau tes tahanan pada busi. Siapkan multitester digital. Posisikan pada penghitungan Ohm. Kalibrasi sebelum digunakan dengan cara menghubungkan kabel positif dan negatif kurang lebih 2 detik. Kemudian hubungkan kabel negatif ke kepala busi, sedang kabel positif ke elektroda busi. Boleh saja dibalik tidak masalah. Biasanya dari pabrik menunjukkan angka 1.000 Ohm hingga 1.500 Ohm.

Jika sudah lama digunakan tahanan bisa mencapai 500 sampai 600 Ohm. Jika tahanan semakin kecil bisa berdampak negatif pada ECU.

(mobil.otomotifnet.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

RSS otomotifnet.com - Tes: Uji Ketahanan 5 Komponen Hella dan Bendix Sejauh 10.000 Km Dimulai

RSS otomotifnet.com - Tes
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Simple & Affordable SMS!

Text messages have a 95% open rate within 5 minutes. Over 50,000 businesses, non-profits, and groups rely on Ez Texting for their SMS marketing. Sign up free today!
From our sponsors
Uji Ketahanan 5 Komponen Hella dan Bendix Sejauh 10.000 Km Dimulai
Aug 9th 2014, 20:43, by admin@otomotifnet.com

Long Term Test OTOMOTIFNET

Selasa, 22 Juli 2014 18:02 WIB

Penulis : Bagja | Foto : Bagja


Jakarta - Mulai hari ini (22/7) sampai dua bulan kedepan (22/9) OTOMOTIFNET.com akan melangsungkan uji ketahanan alias Long Term Test pada lima komponen mulai dari busi, lampu, wiper, klakson, juga kampas rem merek Hella dan Bendix.

Kedua produk tersebut didistribusikan secara resmi di tanah air melalui PT Sumber Berkat Anugerah. Long term test ini akan memakan jarak tempuh sejauh 10 ribu kilometer selama dua bulan ke depan.

"Long Term Test produk-produk kami ini tentunya sangat positif. Sehingga konsumen akan mengetahui kualitasnya secara objektif. Dan kami sengaja memilih Toyota Avanza yang dipasangi komponen-komponen Hella dan Bendix untuk dites, karena mobil ini banyak yang pakai," buka Vincent Lo, GM Sumber Berkat Anugerah.

Demi membuktikan kualitas dari komponen-komponen tersebut, OTOMOTIFNET.com siap untuk terus menggeber mobil yang sudah dipasangai komponen Hella dan Bendix siang dan malam, setiap hari, selama dua bulan kedepan. Tentunya, dengan crew yang ganti-gantian dong ya.

Bahkan, khusus untuk busi, OTOMOTIFNET.com akan mengetes performa menggunakan busi bawaan pabrik di dynotest, baru kemudian dites sekali lagi setelah menggunakan busi Hella. Juga akan ada dua kali uji emisi, yakni sebelum dan sesudah rangkaian uji ketahanan ini.

Semua kompoenen tersebut akan diajak jalan terus menerus sejauh 10 ribu kilometer, sehingga nantinya akan didapatkan laporan ketahanan dan keamanan dari produk-produk ini. Makanya, pantau terus OTOMOTIFNET.com. (mobil.otomotifnet.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

RSS otomotifnet.com - Tes: Karimun Wagon R Dilago Yang Memang Lebih Baik

RSS otomotifnet.com - Tes
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Great rates not enough?

OptionsHouse is a cutting-edge platform with award-winning technology. Even with our professional tools, you'll still pay great rates.
From our sponsors
Karimun Wagon R Dilago Yang Memang Lebih Baik
Aug 9th 2014, 20:43, by admin@otomotifnet.com

Suzuki Karimun Wagon R Dilago

Jumat, 18 Juli 2014 15:30 WIB

Penulis : Oto-Rio | Foto : Reza

Jakarta - Libur Lebaran kali ini, bisa dikata sebagai perjalanan jauh pertama kendaraan LCGC. Sepanjang jalur Pantura atau jalur selatan pulau Jawa, hingga pulau lain seperti Sumatera. Akan mulai melihat nih unitnya berseliweran dan pastinya bakal penuh kapasitas.

Nah, sebagai pemenang Best LCGC OTOMOTIF Award 2014, tak salah kalau OTOMOTIFNET memilih Suzuki Karimun Wagon R Dilago untuk dicoba jalan. Kenapa Dilago? Karena sebagai varian tertinggi, tipe ini telah dilengkapi pelek berdiameter lebih besar, juga tampilan pembeda di sekujur eksterior.

Pilihan reasonable

Namanya yang diambil dari bahasa Maluku, berarti menjadi lebih baik. Sesuai namanya, Wagon R Dilago punya pembeda di body kit dan gril berlapis krom yang lebih mewah, juga ban lebih besar. Pasti terlihat lebih kece dong di kampung halaman. Tampil gaya pun bisa lebih maksimal. 

"Kita kebanjiran order hingga 18 unit di bulan lalu, dan bulan ini bisa sampai 25 unit," terang Cecep Cahyadi, Kepala Cabang Suzuki di Jl. Dewi Sartika, Jaktim yang jadi lokasi uji coba.

Memang, Wagon R Dilago bukan produk sempurna. Namun menilik harga yang ditawarkan dengan ruang kabin yang terbilang luas. Tipe ini jadi pilihan yang reasonable.

Tak sekadar jalan, namun kami memasang perangkat tambahan untuk menambah kenyamanan selama perjalanan. Berhubung Wagon R Dilago adalah satu-satunya varian LCGC yang punya roof rail, sebuah roof box Hapro Roady 350 pun terpasang manis di atap Wagon R Dilago. Alhasil, tak hanya gaya, tipe ini punya kelebihan untuk menampung barang bawaan lebih praktis dan aman.


Ruang pengemudi dan penumpang terasa lapang

Memasangnya pun simple, karena sudah ada roof rail, hanya butuh roof bar sebagai dudukan. Jadi, seluruh barang bawaan untuk tampil gaya di kampung halaman bakal aman selama perjalanan.

Masih sama

Saat dicoba, Wagon R Dilago punya karakter hampir sama dengan Wagon R tipe lain. Hanya saja, karena sudah memakai ban berukuran 175/65R14 dari standarnya yang hanya 13 inci. Handling Dilago terasa lebih akurat, walau tetap harus waspada saat berjalan di kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan. Sumbernya, apalagi kalau bukan sebuah boks di atap yang akan mempengaruhi aerodinamis kendaraan.


Handling terasa lebih akuran dengan pelek lebar

Kepraktisannya tetap sama, pintu yang dapat terbuka hingga 77 derajat. Bikin akses keluar masuk lebih mudah. Pun begitu dengan kelapangan kabin, baik untuk pengemudi dan penumpang depan ataupun untuk penumpang belakang. Masih tersisa ruang lebih di bagasi untuk menampung barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Sementara barang yang dibutuhkan di kampung halaman atau tidak terpakai di jalan, silahkan taruh di roof box agar kabin tetap lega.

Oh iya, ingat juga kalau lokasi ban serep dan tool kit standar Wagon R ada di bawah lantai bagasi. Maka dari itu, jangan taruh barang yang berat atau susah dikeluarkan supaya tidak menghambat kalau mendadak apes mesti ganti ban. Toh, Wagon R Dilago punya 10 storage lain yang tersebar mulai dari trim pintu sampai konsol tengah untuk menampung barang-barang mungil.


Karimun Wagon R dan mobil LCGC lain akan ramai di jalur mudik

Mesin K10B berkapasitas 998 cc di ruang mesin masih terasa responsif. Jelas saja, berdasar hasil uji OTOMOTIF, Wagon R punya akselerasi terbaik sekaligus konsumsi bahan bakar paling efisien. Tapi ingat, angka ini mudah berubah tergantung karakter pengemudi ya.

Selamat berlibur. (Mobil.Otomotifnet.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

RSS otomotifnet.com - Tes: Begini Cara Mendeteksi Ada Kebocoran pada Kabel Busi

RSS otomotifnet.com - Tes
RSS www.otomotifnet.com // via fulltextrssfeed.com 
Simple & Affordable SMS!

Text messages have a 95% open rate within 5 minutes. Over 50,000 businesses, non-profits, and groups rely on Ez Texting for their SMS marketing. Sign up free today!
From our sponsors
Begini Cara Mendeteksi Ada Kebocoran pada Kabel Busi
Aug 9th 2014, 20:43, by admin@otomotifnet.com


Jakarta - Layaknya slang air yang menyalurkan air, demikian pula dengan kabel busi. Tugasnya menyalurkan arus listrik ke busi yang nantinya akan menjadi percikan api. Namun, untuk memeriksa kabel busi bocor, tidak semudah seperti di slang tadi.

Kesulitannya, karena kabel busi dibungkus bahan lain dengan rapat yang membuatnya sulit dideteksi. Meski demikian, ada beberapa cara untuk bisa mengetahui kabel busi masih bagus atau sudah harus ganti.

Pertama, bisa dideteksi dari dalam kabin. Salah satu indikasinya, yakni terjadi storing pada sistem audio. "Seiring kenaikan putaran mesin, maka suara mendenging yang keluar dari speaker akan semakin tinggi," sebut Wawan Hendrawan, pemilik toko aksesori Sekawan di kawasan Cibubur, Jaktim. Kalau sudah terlalu parah, suara ini bahkan mengalahkan suara audio itu sendiri.

Jika kebocoran atau kerusakan kabel busi sudah sangat parah, bisa membuat idling mesin terganggu. Bisa dengan putaran mesin yang naik turun atau juga suara menjadi kasar.


Lihat hasil emisi untuk tahu kinerja mesin dari hasil pembakaran


Cara berikutnya, mengukur menggunakan multitester. Ini untuk melihat tahanan yang ada di kabel busi tersebut. Setiap mobil injeksi, harus menggunakan kabel busi yang ada tahanannya atau bertuliskan R.
Sayangnya, setiap mesin memiliki karakter masing-masing. Jadi untuk melihat tahanannya tidak akan sama setiap mesin. Bahkan antar kabel busi dalam mesin yang sama sekalipun memiliki perbedaan. Lalu bagaimana caranya tahu ada kabel busi yang rusak? Ukur semuanya dan lihat angkanya. Jika ada salah satu yang terlalu tinggi, maka itulah yang rusak.

Langkah lain yang bisa ditempuh dengan membuka kap dan hidupkan mesin. Lihat apakah ada loncatan bunga api atau tidak. Tapi, ini harus dilakukan saat malam hari di tempat yang gelap, supaya loncatan bunga api terlihat.

Dengan kabel busi yang rusak atau menurun performanya, bisa dilihat juga dari hasil emisi. Biasanya hydrocarbon (HC) meningkat namun Co2 menurun. Sebab dengan kabel busi yang bocor atau rusak, menyebabkan pembakaran tak lagi sempurna. (mobil.otomotifnet.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Video Panduan GPS Tracker Bahasa Indonesia

Video Panduan GPS Navigasi SuperSpring